Honzuki no Gekokujou: Shisho ni Naru Tame ni wa Shudan wo Erandeiraremasen

Honzuki no Gekokujou Episode 14 (End) Subtitle Indonesia

TV Sub Released on April 25, 2020 · 99 Views · Posted by Yui · Series Honzuki no Gekokujou: Shisho ni Naru Tame ni wa Shudan wo Erandeiraremasen
Expand
Turn Off Light

Download Honzuki no Gekokujou Episode 14 (End) Subtitle Indonesia, Watch Honzuki no Gekokujou Episode 14 (End) Subtitle Indonesia, don't forget to click on the like and share button. Anime Honzuki no Gekokujou: Shisho ni Naru Tame ni wa Shudan wo Erandeiraremasen always updated at Chunmaru. Don't forget to watch other anime updates.

Link Download Honzuki no Gekokujou Episode 14 Sub Indo Lengkap

Honzuki no Gekokujou Episode 14 (End) Subtitle Indonesia

Honzuki no Gekokujou: Shisho ni Naru Tame ni wa Shudan wo Erandeiraremasen

Honzuki no Gekokujou: Shisho ni Naru Tame ni wa Shudan wo Erandeiraremasen

本好きの下剋上 ~司書になるためには手段を選んでいられません~
Rating 8.06
Status: Completed Studio: Released: 2019 Duration: 23 min per ep Season: Type: TV Episodes: 14
Motosu Urano merupakan seorang mahasiswi yang sangat mencintai buku, ia juga merupakan seorang pustakawan. Psikologi, agama, sejarah, geografi, pendidikan, matematika, ilmiah, dan semuanya. Ia benar-benar mencintai semua yang tertulis di dalam buku. Dikelilingi buku adalah sebuah kebahagiaan terbesar yang ia rasakan. Namun suatu hari perpustakaan mengalami gempa dan Motosu mati tertimpa oleh buku-buku yang ia miliki. Bahkan saat detik-detik kematiannya, ia berdoa kepada tuhan agar terlahir kembali untuk bisa membaca buku. Dan ternyata ia benar-benar bereinkarnasi di dunia yang berbeda. Motosu kini hidup sebagai seorang anak kecil bernama Maine yang sakit-sakitan. Dunia dimana ia hidup kembali benar-benar berbeda dengan kehidupan era modern seperti sebelumnya. Di sana hampir seluruh masyarakat buta huruf. Tak ada buku, bahkan tak ada tulisan di kotanya. Buku-buku hanya dimiliki oleh segelintir bangsawan, sedangkan Maine hanya terlahir dari seorang prajurat kelas rendahan. Ia benar-benar kesal akan hal ini, jika tidak ada buku maka hanya ada satu cara, yaitu menulis, begitulah impian Maine sekarang.

Comment