Honzuki no Gekokujou: Shisho ni Naru Tame ni wa Shudan wo Erandeiraremasen

Honzuki no Gekokujou Episode 9 Subtitle Indonesia

TV Sub Released on April 25, 2020 · 68 Views · Posted by Yui · Series Honzuki no Gekokujou: Shisho ni Naru Tame ni wa Shudan wo Erandeiraremasen
Expand
Turn Off Light

Download Honzuki no Gekokujou Episode 9 Subtitle Indonesia, Watch Honzuki no Gekokujou Episode 9 Subtitle Indonesia, don't forget to click on the like and share button. Anime Honzuki no Gekokujou: Shisho ni Naru Tame ni wa Shudan wo Erandeiraremasen always updated at Chunmaru. Don't forget to watch other anime updates.

Link Download Honzuki no Gekokujou Episode 9 Sub Indo Lengkap

Honzuki no Gekokujou Episode 9 Subtitle Indonesia

Honzuki no Gekokujou: Shisho ni Naru Tame ni wa Shudan wo Erandeiraremasen

Honzuki no Gekokujou: Shisho ni Naru Tame ni wa Shudan wo Erandeiraremasen

本好きの下剋上 ~司書になるためには手段を選んでいられません~
Rating 8.06
Status: Completed Studio: Released: 2019 Duration: 23 min per ep Season: Type: TV Episodes: 14
Motosu Urano merupakan seorang mahasiswi yang sangat mencintai buku, ia juga merupakan seorang pustakawan. Psikologi, agama, sejarah, geografi, pendidikan, matematika, ilmiah, dan semuanya. Ia benar-benar mencintai semua yang tertulis di dalam buku. Dikelilingi buku adalah sebuah kebahagiaan terbesar yang ia rasakan. Namun suatu hari perpustakaan mengalami gempa dan Motosu mati tertimpa oleh buku-buku yang ia miliki. Bahkan saat detik-detik kematiannya, ia berdoa kepada tuhan agar terlahir kembali untuk bisa membaca buku. Dan ternyata ia benar-benar bereinkarnasi di dunia yang berbeda. Motosu kini hidup sebagai seorang anak kecil bernama Maine yang sakit-sakitan. Dunia dimana ia hidup kembali benar-benar berbeda dengan kehidupan era modern seperti sebelumnya. Di sana hampir seluruh masyarakat buta huruf. Tak ada buku, bahkan tak ada tulisan di kotanya. Buku-buku hanya dimiliki oleh segelintir bangsawan, sedangkan Maine hanya terlahir dari seorang prajurat kelas rendahan. Ia benar-benar kesal akan hal ini, jika tidak ada buku maka hanya ada satu cara, yaitu menulis, begitulah impian Maine sekarang.

Comment